RUANG LINGKUP JURUSAN “PJKR” UNNES
Pendidikan
Jasmani Kesehatan dan Rekreasi, PJKR sering disebutnya. PJKR merupakan salah
satu dari puluhan jurusan yang ada di Universitas Negeri Semarang (Unnes). Di
tahun ini, kedudukan passing grade jurusan
PJKR di Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) menempati posisi ke tiga setelah
jurusan kesehatan masyarakat (Kesmas) dan ilmu keolahragaan (Ikor). Tak heran
jika PJKR banyak peminatnya dari jurusan soshum. Kelebihan di jurusan PJKR
yaitu selain jurusan soshum juga mendapatkan kesempatan untuk diterima di PJKR.
Oleh karena itu, pendaftar di jurusan PJKR tak kalah banyak dengan jurusan
untuk soshum.
Pendidikan
Jasmani Kesehatan dan Rekreasi merupakan salah satu jurusan yang bertujuan
untuk mencetak generasi baru dalam ranah kependidikan khususnya bidang
olahraga. Dengan kata lain, setelah mahasiswa telah menempuh strata satu (S1)
di PJKR diharapkan mampu mendidik atau memberikan ilmu kepada peserta didik di
bangku sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah baik SMP maupun SMA untuk mata
pelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK). Karena pada
hakekatnya, pendidik merupakan hal penting dalam proses pendidikan untuk
menunjang pembagunan negeri ini.
Proses
masuk untuk menempati kursi di jurusan PJKR sama dengan peraturan universitas
yaitu melalui seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN), seleksi
bersama masuk perguruan tinggi negleri (SBMPTN), dan seleksi mandiri Unnes (SM Unnes).
Akan tetapi, untuk jurusan PJKR berbeda dengan
jurusan yang bersifat non-olahraga dan non-seni. Bedanya yaitu untuk
jalur SNMPTN, selain nilai yang disetorkan harus disertai dengan portofolio
tentang keterampilan yang dimiliki. Untuk jalur SBMPTN dan SM Unnes terdapat
beberapa kriteria tes yang harus dilalui peserta seleksi yaitu tes tertulis dan
tes keterampilan. Tes keterampilan ini mencakup tes kesehatan dan tes keterampilan
motorik.
Saat
sudah dinyatakan masuk di jurusan ini, mahasiswa baru diwajibkan untuk
mengikuti semua kegiatan yang diadakan dari pihak universitas maupun dari pihak
fakultas. Harapannya agar mahasiswa baru mendapatkan pengalaman dan teman baru,
serta mampu menyesuaikan diri di lingkungan pendidikan barunya. Saya
berpendapat bahwa semua mahasiswa yang dapat bergabung di jurusan PJKR
merupakan manusia yang patut dibanggakan karena selain prestasi akademik yang
dimilikinya, mahasiswa jurusan PJKR memiliki kemampuan dalam cabang olahraga
yang digelutinya. Tak heran jika nama Universitas Negeri Semarang mekar di
masyarakat dari perjuangan mahasiswanya dalam pertandingan olahraga baik
nasional maupun internasional.
Selama
perkuliahan berlangsung, mahasiswa diberikan pembelajaran sebagai bekal untuk
mahasiswa setelah lulus. Pembelajaran yang dimaksudkan yaitu mendapatkan mata
kuliah teori dan praktik. Sesuai namanya, mata kuliah di PJKR mencakup tiga
ranah yaitu terkait jamani, kesehatan, dan rekreasi. Walaupun PJKR masuk dalam
kategori soshum, akan tetapi terdapat mata kuliah saintek seperti anatomi dan
fisiologi manusia, ilmu gizi, dll. Saya menyebut mahasiswa PJKR merupakan
mahasiswa yang multitalenta karena diharapkan mampu mempelajari segala cabang
olahraga yang diterima saat perkuliahan untuk bekal mengajar.
Dalam
jurusan PJKR terdapat program studi dengan nama pendidikan guru pendidikan
jasmani sekolah dasar (PGPJSD) dan program studi PJKR itu sendiri. Disini saya
lebih banyak membahas tentang program studi (prodi) PJKR. Dalam prodi PJKR
terdapat puluhan mata kuliah yang terdiri dari mata kuliah wajib dan mata
kuliah pilihan. mata kuliah wajib ditawarkan kepada mahasiswa dari semester
satu sampai dengan semester lima. Untuk mata kuliah pilihan, kebanyakan
ditawarkan kepada mahasiswa semester enam. Mata kuliah pilihan ada yang
bersifat wajib diambil dan ada yang tidak wajib diambil.
Mata
kuliah pilihan yang wajib diambil seperti contohnya sport interpreneurship, sport journalism, sport intertainment &
event organizer, dan general aerobic.
Menurut saya, mata kuliah tersebut memang memberikan banyak pengalaman dan
memberikan kontribusi besar untuk mahasiswa dalam persiapan di dunia kerja atau
di lingkungan masyarakat. Mata kuliah pilihan yang tidak diwajibkan seperti
hoki, panahan, golf, taekwondo, dll. Hal tersebut dikarenakan kurangnya
sebagian sarana dan prasarana penunjang perkuliahan. Oleh karena itu, mata
kuliah pilihan tidak semuanya diwajibkan.
Karangan : Eka Ernita Oktaviana
Pemimpin Redaksi : Eka Ernita Oktaviana
Pemimpin Redaksi : Eka Ernita Oktaviana
Editor : Munawar Nur Ramadan


Comments
Post a Comment