TOLAK KKN BERBAYAR, MASSA KEPUNG REKTORAT

SEMARANG - Ketua Koordinasi Aksi Popeye (Mahasiswa FT) mengatakan, kita sebagai mahasiswa harus mengawal kebijakan birokrasi dan menuntut hak-hak kita. Dalam hal ini adalah fasilitas Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang Berbayar.
Polemik KKN berbayar yang semakin meresahkan mahasiswa dalam beberapa bulan terakhir membuat Aliansi Mahasiswa Unnes menempuh aksi penolakan pada hari Selasa, 6 Juni 2017. Aksi tersebut membawa dua poin tuntutan kepada Prof. Dr. Fathur Rokhman, M.Hum. selaku Rektor Universitas Negeri Semarang. Dua tuntutan yang dimakasud yakni  Cabut SK rektor nomor 21 tahun 2017 tentang komponen pembiayaan KKN dan Diberikannya transparansi & alokasi dana Uang kuliah Tunggal (UKT).
Massa aksi yang berjumlah lebih dari 300 mahasiswa dari berbagai fakultas di Unnes berkumpul di PKMU sejak 08.00 WIB. Massa aksi hendaknya bergerak ke rektorat pukul 09.30 WIB, namun ditunda lantaran Presiden Mahasiswa Mohamad Adib mendapat kabar bahwa Prof. Dr. Fathur Rokhman, M.Hum. tidak akan menemui massa aksi jika massa aksi memaksa bergerak ke gedung rektorat. Kemudian disampaikan pula kepada massa aksi bahwa sebagian tuntutan telah terkabul lanjut Presma Unnes tersebut.
Diskusi antara Perwakilan mahasiswa dengan rektor yang didampingi oleh Wakil rektor II, kepala LP2M, Pendamping BEM KM UNNES, dan staf ahli bidang kemahasiswaan mencapai beberapa poin kesepakatan. Namun kesepakatan tersebut belumlah final, kekecewaan massa pun tidak terbendung lagi dan melakukan longmuch menuju rektorat dan mengepung rektorat.
Di rektorat massa aksi disambut oleh kepala LP2M untuk membacakan poin-poin kesepakatan yang telah ditandatangani rektor. “1. Rektor bersedia merevisi SK rektor nomor 21 tahun 2017 tentang komponenpembiayaan KKN yang diajukan draft-nya oleh mahasiswa, 2. KKN tidak memungut biaya atau gratis, 3. Unnes akan membantu transportasi penerjunan dan penarikan KKN semampunya” kata Kepala LP2M.
Massa aksipun tetap bertahan di gedung rektorat sampai pukul 14.00 WIB setelah, dari koordinator Aksi bersama BEM KM untuk menarik massa ke depan PKMU. “Kami sudah merasa lega dengan keputusan dan kesepakatan tersebut setidaknya ada kejelasan tentang Kuliah Kerja Nyata yang akan kita lakukan semester besok.” Kata Popeye Koordinator Aksi. Dengan ini juga dihimbau kepada teman-teman mahasiswa, untuk terus siap bergerak dan mengawal kebijakan pengelolaan kampus, khususnya terkait KKN, agar mahasiswa yang sudah menunaikan kewajibannya tidak diingkari haknya lanjut Popeye.
Penulis : Munawar Nur Ramadan
            Pemimpin Redaksi : Eka Ernita Oktaviana

            Editor                     : Munawar Nur Ramadan

Comments

Popular Posts